Assalamualaikum (السلام عليكم as-salāmu 'alaykum)
Membuat kurikulum untuk anakku adalah salah satu target besar saya ketika Covid-19 melanda.
Ketika kantorku melaksanakan WFH ataupun sistem piket, membuat manajemen waktuku menjadi lebih longgar. Alasan lainnya karena saya lihat anak usia 2-5 Tahun memiliki daya tangkap yang cepat, jadi kalau tidak dirangsang dengan baik menurut saya sayang saja. Dan alasan utama membuat kurikulum ini yaitu :
“Pengasuhan anak nanti akan diminta pertanggungjawabannya”
huhu horor yaaa..
Apasih kurikulum anak itu?
Sistem kegiatan aktivitas keseharian anak yang didesai agar seluruh nilai dalam keluarga tersampaikan dengan baik.
Bagaimana dengan anak saya?
wahahaha karena tidak ada kurikulum yang jelas, jadi pelaksanaan metode bermain sambil belajar pun sesuai mood saya atau sesuka anak saya. Pernah tu anak saya nonton youtube seharian huhuhu sediih. Selain itu dengan tidak ada kurikulum anak, anak saya terkadang sering saya abaikan ketika saya sibuk kerja huhu sedihnyooo.. Ya seperti yang diketahui bersama endingnya pasti ke gadget. Nah gadget sih gak buruk-buruk banget kalau tidak sampai ketergantungan. Tapi kalau sampai ketergantungan.. hmmmm ya kayak saya ini sekarang. Gak bisa lepas dari HP. huhu sedih.
Maka akhirnya demi detoks dari gadget bagi saya dan keluarga, akhirnya kami mulai menyusun kurikulum keluarga dan anak agar aktivitas kami lebih terarah.